Tips Agar Tidak Terkena Duck Syndrome
Pernah melihat angsa berenang? Tampak tenang, bukan? Kita yang melihatnya, jadi ikut merasa tenang. Padahal, di bawah air, di tempat yang tidak terlihat oleh kita, ada kaki angsa yang bekerja sangat keras agar angsa itu bisa berenang dengan baik.
Begitulah duck syndrome. Duck syndrome adalah kondisi di mana seseorang yang dari luar tampak tenang dan bahagia, tapi sebenarnya sedang berjuang dengan masalah di dalam diri, seperti stres, kecemasan, atau kewalahan, mirip angsa yang berenang tenang di permukaan air tapi kakinya mengayuh dengan keras.
Ciri-ciri Duck Syndrome
Ada banyak ciri-ciri orang yang mengalami duck syndrome. Bagi orang terdekat, ciri-ciri ini bisa dilihat atau dirasakan. Namun, bagi orang yang tidak terlalu dekat, ciri-ciri ini tidak terlihat.
Apa saja ciri-cirinya? Ini dia!
- Tampak tenang dan bahagia di luar, tetapi sebenarnya sedang mengalami stres, kecemasan, atau kewalahan.
- Kesulitan menenangkan pikiran dan merasa kewalahan.
- Merasa diri sendiri selalu buruk, kesepian, atau membandingkan diri dengan orang lain.
- Gejala fisik, yaitu energi rendah, sulit tidur, ketegangan otot, mual, atau mulut kering.
- Gejala kognitif, yaitu terus-menerus khawatir, pelupa, pikiran ruwet, kesulitan fokus, dan penilaian yang buruk pada banyak hal.
- Perubahan kebiasaan, yaitu perubahan nafsu makan, suka menunda-nunda, atau perilaku gugup.
- Takut gagal, yaitu Ketakutan akan kegagalan membuat mereka berusaha keras untuk menyembunyikan kelemahan.
- Memperlihatkan citra diri yang sempurna, yaitu berusaha menutupi kesulitan dan kewalahan agar tampak sempurna di hadapan orang lain.
Tips agar tidak terkena Duck Syndrome
Duck syndrome perlu diantisipasi. Bagaimanapun, mengalami duck syndrome itu tidak nyaman. Kita tidak bisa menjadi diri sendiri dan jadi merasa sulit meminta bantuan orang lain, meskipun sudah mengalami kondisi yang memprihatinkan.
Agar tidak mengalami duck syndrome, lakukan hal-hal ini:
Mengenali dan menerima perasaan
Menerima bahwa stres dan kecemasan adalah bagian alami dari kehidupan, dan mencari cara untuk mengelola mereka dengan sehat.
Mengurangi tekanan
Hindari membandingkan diri dengan orang lain dan fokus pada pencapaian pribadi.
Membangun self-care
Lakukan aktivitas yang membuat diri merasa nyaman dan rileks, seperti meditasi, olahraga, atau menghabiskan waktu dengan orang yang dicintai.
Mencari bantuan profesional
Jika merasa kesulitan mengatasi stres dan kecemasan, jangan ragu untuk mencari bantuan dari psikolog atau konselor.
Berkomunikasi secara terbuka
Berbagi perasaan dan kesulitan dengan orang terdekat dapat membantu mengurangi beban dan kecemasan.
Menerapkan pola hidup sehat
Olahraga teratur, tidur yang cukup, dan makan makanan bergizi dapat membantu meningkatkan kesehatan mental dan fisik.
Membuat batasan
Belajar untuk mengatakan "tidak" pada hal-hal yang membuat kewalahan dan fokus pada hal-hal yang penting.
Ubah pola pikir
Cobalah untuk berpikir lebih positif dan tidak membandingkan diri dengan orang lain.
Jujur pada diri sendiri
Jangan berpura-pura dan menipu diri di sosial media untuk menampilkan kesuksesan walaupun sebenarnya itu bukan gambaran diri.
Pada intinya, duck syndrome itu tidak mengenakkan. Berpura-pura senang, sukses, dan tidak terjadi apa-apa padahal sebenarnya sedang berjuang keras menghadapi hidup, berpotensi menambah beban pikiran dan stres berkepanjangan. Jadi, lebih hindari sebisa mungkin.

Comments
Post a Comment