Mata Kering dan Kenangan tentang Perempuan Hebat
Saya
ingat betul, ada masa di mana sosok perempuan yang paling saya kagumi—mama
saya—selalu terlihat sibuk, tapi tak pernah kehilangan sorot mata yang tajam
dan penuh semangat. Saat itu saya masih duduk di bangku sekolah dasar, dan Mama
sedang berada di puncak aktivitasnya sebagai ibu bekerja yang merangkap sebagai
ibu rumah tangga.
Setiap
pagi Mama menyiapkan seluruh kebutuhan anggota keluarga. Lalu, Mama berangkat
kerja ke daerah Thamrin. Malam masih sempat menemani saya dan adik-adik
belajar, lalu kalau sudah selesai, Mama membaca buku. Mata Mama seolah tak
kenal lelah. Saya sering bertanya-tanya, bagaimana mungkin seseorang bisa
begitu kuat membaca setelah seharian beraktivitas tanpa henti, sementara saya
yang hanya membaca dua bab buku pelajaran saja sudah menguap berkali-kali.
Namun,
saya baru tahu belakangan, bahwa kekuatan itu bukan tanpa dampak. Saat saya
beranjak remaja, Mama mulai sering mengeluhkan matanya terasa perih dan sepet,
apalagi kalau sudah terlalu lama menatap buku. Kadang, beliau mengompres mata
dengan air hangat sambil menghela napas pelan, seolah menahan rasa tak nyaman
yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Tapi tetap saja, esoknya beliau
kembali ke aktivitas seperti biasa, seakan-akan rasa lelah itu tak pernah ada.
Kini,
giliran saya yang memasuki fase kehidupan yang sama sibuknya. Pekerjaan
menuntut saya menatap layar seharian, baik laptop maupun ponsel. Tanpa sadar,
saya mulai sering mengucek mata sendiri, merasakan perih yang tidak biasa,
dan—entah kenapa—mata saya jadi terasa cepat lelah, walaupun tidur saya cukup.
Saya jadi ingat keluhan Mama dulu, dan baru menyadari bahwa itu adalah
tanda-tanda awal mata kering. Ya, ternyata, saya mengalami hal yang sama
seperti Mama saya dulu.
SePeLe: Tanda-tanda Mata Kering yang Harus Diwaspadai
Mata
kering bukanlah hal sepele, walaupun gejalanya sering kali dianggap ringan.
Banyak perempuan hebat yang bekerja, berkarya, dan mengurus rumah tangga tanpa
mengeluh—tapi diam-diam tubuh mereka memberi sinyal. Salah satunya lewat mata.
Gejala
mata kering bisa disingkat menjadi SePeLe:
- Sepet, mata terasa tak
nyaman, seperti ada yang mengganjal.
- Perih, apalagi saat
menatap layar terlalu lama atau berada di ruangan ber-AC.
- Lelah, meski tubuh
tidak banyak bergerak, mata terasa berat dan ingin terus dipejamkan.
Saya
pun merasakan ketiganya. Awalnya saya kira hanya karena kelelahan biasa. Tapi
saat saya mulai sulit fokus bekerja, bahkan merasa seperti ada kabut tipis di
penglihatan, saya tahu ini tidak bisa diabaikan.
Belajar dari Perempuan Hebat: Dengarkan Sinyal Tubuh
Mama
saya memang perempuan hebat. Ia tetap membaca meskipun matanya perih sampai berkaca-kaca
dan terasa sepet. Tapi satu hal yang saya pelajari dari beliau: jangan abaikan
sinyal tubuh, termasuk dari mata. Kita bisa menjadi perempuan hebat tanpa harus
mengorbankan kesehatan.
Sebagai
perempuan aktif, kita terbiasa menomorduakan kebutuhan diri sendiri. Apalagi
soal kesehatan mata, sering dianggap urusan kecil. Padahal, mata adalah jendela
produktivitas. Tanpa penglihatan yang sehat, pekerjaan bisa terganggu, bahkan
kualitas hidup bisa menurun.
Solusi Nyata: Jangan Sepelekan Mata Kering
Saya
akhirnya mulai mencari solusi. Saya membaca artikel Kesehatan dan berdiskusi
dengan teman. Salah satu solusi yang saya temukan dan terbukti membantu adalah
penggunaan INSTO DRY EYES.
Tetes
mata ini bekerja efektif mengatasi gejala mata kering, khususnya saat saya
mulai merasa mata sepet, perih, dan lelah. Sekarang, saya tak lagi
menunggu sampai gejala makin parah. Begitu mulai terasa mata kering, langsung
saya tetesin
Insto Dry Eyes. Hasilnya? Jauh lebih nyaman. Aktivitas tetap
bisa saya lakukan tanpa gangguan. Satu lagi yang paling penting, saya belajar
untuk memberi perhatian pada diri sendiri, sama seperti saya memperhatikan
orang-orang di sekitar.
Selain
menggunakan tetes mata, saya juga mulai membiasakan beberapa hal berikut:
- Istirahatkan mata setiap 20 menit
saat menatap layar, dengan melihat objek jauh selama 20 detik.
- Perbanyak konsumsi air putih
untuk menjaga kelembapan tubuh secara umum.
- Gunakan humidifier
di ruangan ber-AC agar mata tidak mudah kering.
- Kurangi pemakaian lensa kontak
saat tidak benar-benar diperlukan.
- Tidur cukup
dan pastikan kualitas tidur terjaga, karena kelelahan mata juga bisa
disebabkan oleh kurang istirahat.
Menjadi Perempuan Hebat yang Peduli Diri Sendiri
Saya
percaya, menjadi perempuan hebat bukan berarti harus mengorbankan kesehatan
sendiri. Justru, saat kita sehat—baik secara fisik, mental, maupun
penglihatan—kita bisa memberi lebih banyak kepada sekitar. Kini, saya lebih
memahami bahwa menjaga mata bukanlah soal estetika semata, tapi bagian dari
merawat diri.
Saya
jadi semakin kagum pada Mama. Di balik perjuangannya yang luar biasa, beliau
menyimpan banyak cerita tentang bertahan, mendengarkan tubuh, dan menyayangi
diri sendiri. Kini, saya mencoba meneruskan semangat itu, dengan versi saya
sendiri—lebih sadar, lebih sigap, dan tentu saja, dengan bantuan yang tepat
seperti INSTO
DRY EYES.
Karena
memang benar adanya, #MataKeringJanganSepelein. Saat mata mulai memberi
sinyal #InstoDryEyes, jangan tunggu sampai mengganggu aktivitas. Segera
atasi. Kita semua bisa menjadi perempuan hebat—asal tahu kapan harus melambat
sejenak dan menyayangi diri sendiri.


Comments
Post a Comment