Mata Kering dan Kenangan tentang Perempuan Hebat
Saya ingat betul, ada masa di mana sosok perempuan yang paling saya kagumi—mama saya—selalu terlihat sibuk, tapi tak pernah kehilangan sorot mata yang tajam dan penuh semangat. Saat itu saya masih duduk di bangku sekolah dasar, dan Mama sedang berada di puncak aktivitasnya sebagai ibu bekerja yang merangkap sebagai ibu rumah tangga. Setiap pagi Mama menyiapkan seluruh kebutuhan anggota keluarga. Lalu, Mama berangkat kerja ke daerah Thamrin. Malam masih sempat menemani saya dan adik-adik belajar, lalu kalau sudah selesai, Mama membaca buku. Mata Mama seolah tak kenal lelah. Saya sering bertanya-tanya, bagaimana mungkin seseorang bisa begitu kuat membaca setelah seharian beraktivitas tanpa henti, sementara saya yang hanya membaca dua bab buku pelajaran saja sudah menguap berkali-kali. Namun, saya baru tahu belakangan, bahwa kekuatan itu bukan tanpa dampak. Saat saya beranjak remaja, Mama mulai sering mengeluhkan matanya terasa perih dan sepet, apalagi kalau sudah terla...